Home » Uncategorized » Hak Pasien Atas Isi Rekam Medis yang Perlu Diketahui

Hak Pasien Atas Isi Rekam Medis yang Perlu Diketahui

Hak pasien atas isi rekam medis
Credit : Puji

Banyak yang kurang mengetahui bahwa hak pasien atas isi rekam medis haruslah diketahui oleh keluarga yang bersangkutan. Adapun yang dimaksud dengan rekam medis adalah dokumen atau berkas yang berisikan tentang catatan identitas pasien, pengobatan, pemeriksaan hingga tindakan apa saja yang sudah dilakukan oleh pihak rumah sakit baik oleh dokter dan perawat.

Kewajiban dalam membuat rekam medis untuk semua tindakan serta pelayanan yang diberikan kepada pasien sudah menjadi kewajiban dan tanggungjawab. Baik itu dokter, dokter gigi sampai  rumah sakit dimana pasien dirawat.

Hak pasien atas isi rekam medis ini sendiri berkaitan dengan perundang undangan yang sudah ditetapka yaitu Pasal 46 ayat (1) Undang-undang No.29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Adapun isinya adalah bahwa setiap dokter hingga dokter gigi saat menjalankan praktik kedokteran wajib dan harus membuat rekam medis untuk pasien yang mereka tangani.

Tentu saja, rekam medis ini selalu dijaga kerahasiaannya dari pihak yang memang tidak ada kepentingannya disana. Dan ini merupakan tanggung jawab antara dokter dan rumah sakit dimana ia bekerja. Dan dokumen ini sendiri adalah hak milik keluarga atau pasien.

Salah satu hak pasien dalam menerima pelayanan dokter dan rumah sakit yaitu mendapatkan isi rekam medis untuk semua tindakan pengobatan yang dilakukan. Isi rekam medis tersebut nantinya diberikan oleh dokter atau rumah sakit dalam bentuk ringkasan rekam medis atau yang sering juga dikenal dengan resume medis.

Read:  Hobi Jalan ke Luar Negeri? Wajib Tahu Jenis Asuransi Perjalanan Luar Negeri

Siapa Saja yang Berhak Menerima Rekam Medis?

Menurut ketentuan Pasal 12 ayat (4) Permenkes 269/2008 bahwa yang berhak untuk mendapatkan ringkasan rekam medis atau resume medis adalah :

  • Pasien
  • Keluarga Pasien
  • Orang yang diberi kuasa oleh pasien atau keluarga pasien
  • Orang yang mendapat persetujuan tertulis dari pasien atau keluarga pasien.

Artinya, mereka yang diluar dari yang sudah ditetapkan diatas tidak berhak untuk menerima data rekam medis. Jika melakukannya sudah pasti akan dituntut menurut hukum yang berlaku.

Lantas apa yang harus dilakukan jika hak pasien atas isi rekam medis tidak diberikan?

Pihak Pasien atau Keluarga bisa melakukan berbagai upaya hukum seperti menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit baik secara perdata maupun pidana. Hal ini sudah diatur dalam Pasal 32 huruf q UU No.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Cara keduanya adalah mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan. Cara ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan media cetak dan elektronik. Dan ini pun sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan ( Pasal 32 huruf r UU No.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit ).

Read:  Bocoran Review Mobil Terbaru 2023

Artinya, Anda sebagai pasien atau anggota pasien memiliki hak penuh atas rekam medis yang dilakukan selama dirawat di rumah sakit. Anda berhak mengetahui bentuk layanan apa saja yang sudah diberikan begitu juga dengan obat obatan yang dimakan atau diminum.

Seberapa penting rekam medis bagi pasien? Jawabannya tentu saja penting apalagi jika berkaitan dengan pembiayaan atau pengajuan klaim asuransi. Jadi, mulai dari sekarang Anda harus tahu apa yang menjadi hak pasien dengan tujuan mempermudah segalanya.

Jika Anda kurang paham bagaimana mengajukan atau meminta rekam medis ada baiknya menggunakan layanan yang memfasilitasi tersebut. Hal ini dilakukan jika ternyata pihak rumah sakit tidak memberikan apa yang menjadi hak pasien atas isi rekam medis.

 

Scroll to Top